Resensi Novel Hujan Tere Liye

Artikel resensi novel Hujan dari Tere Liye ini saya awali dengan sebuah cerita. Saya mulai suka membaca buku sekitar 4 bulan belakangan ini. Sebelumnya saya sama sekali tidak suka membaca novel. Buat saya baca novel hanya buang-buang waktu saja.

Tetapi ketika itu saya iseng baca buku Negeri di Ujung Tanduk dari Tere Liye. Ternyata ceritanya itu menarik banget. Dan sesudah itu saya sadar bahwa membaca buku itu mengasyikan. Setelah tamatkan novel itu, saya lanjut baca novel Hujan dari Tere Liye. Menurut saya ini menjadi novel terbaik yang pernah saya baca.

Action-romance begitu sangat terasa di novel Hujan ini. Dan yang niscaya imajinasi kita akan terpuaskan sesudah membaca novel Hujan Tere Liye. Nah.. bagi kalian yang belum baca novelnya, alangkah lebih baik jikalau kalian terlebih dahulu membaca Resensi Novel Hujan Tere Liye. Dengan membaca sinopsis novel Hujan Tere Liye akan menawarkan citra umum wacana isi novel tersebut sehingga kau akan lebih menikmati ketika membaca novelnya.

Resensi Novel Hujan Tere Liye



Artikel resensi novel Hujan dari Tere Liye ini saya awali dengan sebuah kisah Resensi Novel Hujan Tere Liye



Deskripsi Novel Hujan Tere Liye


  • Judul  :  Hujan
  • Penulis  : Tere Liye
  • Tanggal Terbit  :  Januari 2016
  • Penerbit  :  PT Gramedia Pustaka Utama
  • Desain Cover  :  Orkha Creative
  • Tebal Halaman  :  320 Halaman
  • ISBN  :  978-602-03-2478-4
  • Genre  :  Drama, Action-Romance, Science-Fiction

Sinopsis Novel Hujan Tere Liye

Cerita novel ini dimulai ketika Lail dan Elijah bertemu di daerah terapi yang mempunyai teknologi canggih. Lail menemui Elijah di daerah tersebut untuk menghapus semua ingatannya. Ingatan yang ingin dihilangkan dari ingatan Lail dalah wacana hujan. Dia sangat membenci hujan ketika itu. Karena baginya hujan mempunyai aneka macam kenangan yang ingin dilupakannya.

Masuk ke kisah Lail wacana apa yang dialaminya kala Hujan. Kala itu  Lail masih berusia 13 tahun. Di usianya yang masih mungil itu, ia harus mencicipi ngerinya tragedi gunung meletus dan gempa yang melebihi letusan gunung Krakatau dan gunung Tambora pada tahun 2042. Itu merupakan tragedi yang sangat dahsyat. Menyemburkan material vulkanik dengan ketinggian 80 km, dan bunyi letusannya terdengar hingga 10 ribu km, serta menghancurkan segala yang ada dalam radius ribuan km. Penduduk di bumi hanya tersisa sepuluh persen sesudah terjadinya tragedi ini. Karena tragedi tersebut, Lail harus menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya telah meninggal akhir tragedi yang merusak daerah tinggalnya tersebut.

Saat peristiwa itu, Lail sedang berada di dalam kereta bawah tanah bersama ibunya. Itu ialah hari pertama Lail masuk sekolah. Di tengah perjalanan, datanglah tragedi itu. Singkatnya Lail selamat tetapi ibunya harus meninggal.

Lail kemudian dipertemukan dengan lelaki usia 15 tahun berjulukan Esok. Lelaki kecil itu masih ialah orang yang selamat selain Lail. Mereka berjuang gotong royong sesudah tragedi terjadi. Sama menyerupai Lail, Esok juga harus rela kehilangan keluarganya. Ayahnya sudah usang meninggal, tetapi peristiwa itu menjadikan 4 saudaranya meninggal. Menyisakan ibu Esok, tetapi kedua kaki ibunya harus diamputasi.

Lail dan Esok pun menjadi teman dan saling akrab. Sampai kesannya mereka berdua berada di pengungsian bersama. Mereka begitu dekat. Awal di daerah pengungsian, Lail masih merasa duka lantaran ia kehilangan ayah dan ibunya. Sedangkan Esok, dia sering membantu petugas yang ada di daerah pengungsian. Melihat kesedihan yang dirasakan oleh Lail, Esok selalu berusaha menenangkan. Sampai kesannya persahabatan mereka menjadi semakin dekat.

Tapi sayang, suatu keadaan membuat mereka harus berjauhan. Ada keluarga yang mau mengangkat Esok sebagai anaknya. Keluarga itu ialah keluarga wali kota. Dia mengadopsi Esok lantaran memang Esok merupakan orang yang sangat pintar. Sementara Lail juga harus pindah ke daerah asrama. Usia mereka juga menuntun untuk melaksanakan kiprah lebih. Jadilah mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

Lail maupun Esok pun menjalani kehidupan masing-masing. Meski begitu tiap bulan mereka selalu menyempatkan bertemu. Sejujurnya Lail begitu rindu kepada Esok, tapi ia tidak pernah berani mencoba untuk menghubungi Esok lebih dulu lantaran takut mengganggu kesibukan Esok yang sudah mulai kuliah. Waktu mereka bertemu pun semakin jarang. Dari yang awal bertemu satu bulan sekali, sekarang hanya 1 tahun sekali.

Lail berusaha untuk tidak memikirkan Esok lagi. Caranya ialah dengan cara mencari kesibukan. Awalnya dia ikut kursus di asramanya bersama Maryam, yaitu teman satu kamar Lail. Karena bosan dengan kursus masak, kesannya mereka ikut organisasi relawan.

Di samping itu, Esok sukses dengan hidupnya. Ia telah membuat teknologi yang membantu manusia, yakni kapal luar angkasa. Waktu penduduk di bumi tinggal sedikit, maka mereka harus dievakuasi ke planet lain memakai kapal luar angkasa ini.
Karyanya tersebut pantas diapresiasi, alasannya ialah dengan kapalnya, Esok bisa memindahkan penduduk bumi ke luar angkasa di ketika Bumi makin bau tanah dan banyak tragedi di sana-sini.

Konflik lagi-lagi muncul. Saat itu Esok mempunyai dua tiket untuk terbang ke luar angkasa. Untuk terbang ke luar angkasa memang orang-orang terpilih, jadi tidak semua insan bisa terbang ke planet lain. Sebelum Esok menawarkan tiketnya kepada Lail, wali kota menemui Lail dan menyampaikan jikalau Lail mendapatkan tiket dari Esok, harap tiket itu diberikan kepada anak perempuannya.

Saat itu, terjadilah kesalahpahaman. Ada peperangan batin di hati Lail. Dan lantaran usia Lail ketika itu sudah dewasa, ia pun sadar, hubungannya dan Esok bergotong-royong itu apa? Mereka hampir-hampir tidak mempunyai status tapi begitu dekat.

Saat akan meminta klarifikasi dari Esok, lelaki cerdas itu tak kunjung datang. Lail kecewa.
Ia pun bertekad ingin menghapus ingatannya pada Esok dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.

Akan tetapi, sebelum pemindaian ingatan itu terjadi, Lail berubah pikiran. Ia menentukan untuk tetap mengingat Esok betapapun sakitnya ingatan itu.

Singkat cerita, Lail tetap tinggal di bumi … bersama Esok.
Mereka hidup senang di bumi, mereka juga sudah menikah.

Kelebihan Novel Hujan Tere Liye

Kelebihan novel Hujan Tere Liye dilihat dari cover bukunya sangat bagus. Desainnya praktis dan warna birunya yummy dilihat sehingga bisa menyejukkan mata. Tidak terlalu mencolok dan berlebihan.

Di lihat dari segi ceritanya sangat anggun banget sih. Selain kisah cinta yang romantis, novel ini juga membuat kita untuk berimajinasi. Novel Hujan Tere Liye ini berlangsung pada tahun 2050an. Dengan demikian pembaca diajak untuk berimajinasi wacana kecanggihan teknologi zaman itu.

Tere Liye begitu berhasil membawa pembacanya masuk ke dalam kisah lewat gaya bahasanya yang gampang dipahami juga puitis. Kesan romantis tidak pernah tertinggal dari seluruh karya-karyanya.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam buku ini juga bermanfaat untuk pembaca. Sisi amanatnya juga bisa menjadi pengubah contoh pikir kita yang kadang tidak bisa benar.

Banyak hal yang diajarkan pada kita di novel tersebut.

Dan yang paling berkesan adalah, wacana bagaimana cara kita ‘melupakan’. Menyelesaikan persoalan dengan cara menghilangkan ingatan bukan cara yang tepat. Sakit memang terasa sakit. Tapi cara baik melupakan ialah mendapatkan semua itu.

Jika kita bisa menerima, maka kita bisa mendapatkan segala kesakitan itu tanpa mengeluh.

Kekurangan Novel Hujan Tere Liye

Saya tidak bisa menemukan kekurangan dari kisah Tere Liye ini.
Mungkin beberapa yang tidak suka dengan kisah romantis, tidak layak membaca kisah ini lantaran Novel Hujan Tere Liye ini sangat romantis *hehehe.

Tentang Penulis Novel Hujan Tere Liye

Siapa yang tidak kenal Tere Liye. Lelaki dengan nama orisinil Darwis ini telah membuat karya yang ada beberapa di antaranya berhasil sukses diangkat ke layar kaca.

Hujan, ialah salah satu karya ia yang berharga. Maka nikmati apa saja yang tersaji di sana.

Kesimpulan

Novel Hujan karya Tere Liye begitu nenyajikan kisah berbeda kepada kita. Melihat bahwa latar waktunya terjadi di masa depan. Kita begitu dibawa berimajinasi.

Kehidupan cinta di sekeliling perkembangan teknologi yang begitu pesat. Cerita dengan alur gres dan anti mainstream.

Cerita ini juga bisa dinikmati oleh segala kalangan usia. Dari mulai remaja, orang cukup umur hingga orang tua.

Tapi tampaknya buku ini kurang cocok untuk anak kecil lantaran selain terdapat kisah percintaan, jumlah halamannya terlalu banyak untuk anak kecil tamatkan ceritanya.

Penutup

Demikianlah ulasan Resensi Novel Hujan Tere Liye. Semoga sinopsis singkat ini bisa bermanfaat bagi kalian. Terima kasih sudah mampir di sini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya.


Sumber https://rumahjendelakita.blogspot.com/

Subscribe to receive free email updates:

CONTACT US

Untuk menghubungi Admin blog, silahkan pilih cara yang Anda sukai berikut. Kami akan langsung merespon Anda jika tidak berhalangan

icon 1 Pondok Padisari, Jl. Damai, Tamalanrea Indah, Makassar 90245

icon 2 0823-9345-xxxx

icon 3 Sabtu - Minggu, 09.00 - 18.00


×