4 Alasan Kenapa Pesawat Tidak Dapat Terbang Ke Luar Angkasa
4 Alasan Kenapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Ke Luar Angkasa - Pernah nggak kau mikir kenapa roket bisa tembus ke luar angkasa sedangkan pesawat tidak bisa terbang ke luar angkasa. Padahal sama-sama bisa terbang. Ini lah pertanyaan yang mungkin kau belum pahami. Kenapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Ke Luar Angkasa?
Padahal ya sama-sama terbang. Sama-sama tidak melaju di tanah. Mereka juga punya tenaga untuk menciptakan mereka terbang.
Ada beberapa alasan kenapa pesawat tebas tidak bisa menjangkau luar angkasa. Dan alasan-alasan ini sangatlah masuk akal.
Semakin tinggi kita terbang, maka semakin tipis udara yang ada kan? Kalau udara makin tipis, maka pesawat tidak mempunyai tenaga untuk menggerakkan mesinnya. Mengingat pesawat itu terbang lantaran masih ada udara atau oksigen di sekelilingnya.
Nah terus gimana jikalau udara tipis? Mampukah pesawat bisa terbang? Jika oksigen hilang, mampukan mesin pesawat terus bekerja?
Meski begitu, masih tetap ada rekor pesawat yang terbang tinggi di udara. Itu pun hanya 18 km.
Ada pula yang terbang hingga 38 km dan yang paling mentok, di dunia ini rekor pesawat terbang melayang tinggi ada di jarak 112 km.
Itu pun untuk naik harus didorong oleh roket dulu.
Pesawat nggak ada yang kecepatannya begitu. Bahkan pesawat tercepat di dunia saja, hanya mempunyai kemungkinan 18% saja untuk bisa tembus ke luar angkasa.
Gravitasi bumi bagaikan gunung yang ditumpuk lebih dari 100 kali. Sangat tebal, kita tidak bisa menembusnya dengan gampang apalagi hanya dengan pesawat terbang.
Apalagi ditambah keberadaan sayap pesawat yang kita ketahui selama ini untuk menjaga keadaan biar pesawat tetap bisa melayang di udara. Kaprikornus posisi pesawat terbang yang benar itu mendatar, bukannya menukik ke atas. Itu lah alasan kenapa roket tidak punya sayap.
Dengan menggerakkan pesawat ke arah atas, itu berarti kau memaksa sayap pesawat mengarah pada arah yang tidak seharusnya. Itu bisa menciptakan sayap patah, atau hal yang lebih jelek kalian jatuh dari ketinggian sana.
Body pesawat dan roket itu berbeda, materi bakarnya juga berbeda, kecepatannya juga berbeda. Pokonya semuanya berbeda.
Itu lah kenapa roket bisa terbang ke luar angkasa sementara pesawat tidak.
Roket didesain sesimple mungkin. Karena jikalau tidak simpel, itu akan membuatnya tertahan kelajuannya.
Kaprikornus tidak absurd melihat roket yang bentuknya hanya lonjong ke atas. Dan jangan lupakan juga mesin roketnya. Butuh materi bakar ekstra serta mahal untuk membuatnya terbang. Karena alasan itu lah jarang ditemui orang terbang ke luar angkasa. Karena untuk menuju ke luar angkasa, butuh biaya yang tidak sedikit.
Yang pada intinya, cara kerja roket itu mendorong. Jika dihubungkan dengan ilmu fisika, roket mengambil ilmu dasar newton. Tepatnya ia memanfaatkan aturan newton ketiga yang ditemukan oleh Isaac Newton tersebut.
Sementara pesawat sendiri cara kerjanya itu dengan menggantung di udara. Memanfaatkan sayapnya yang lebar, pesawat tetap bisa stabil terbang lantaran sayapnya menahan tekanan udara yang membuatnya tidak jatuh.
Lalu apa kabar dengan helikopter?
Mampukah ia menembus batasan atmosfer?
Boro-boro terbang di atas ketinggian pesawat, helikopter hanya bisa mencapai ketinggian 2 hingga 3 km dari permukaan bumi. Begitupun dengan burung, jaraknya ada sedikit di bawah helikopter.
Pernah mendengar gunung everest? Ia yakni gunung dengan tinggi 888 kilometer. Pesawat kita yang biasa kalah dengan tingginya. Tapi pesawat jet komersil tetap bisa menjangkaunya.
Bagi yang pernah memanjat gunung itu, kalian niscaya disarankan untuk membawa tabung oksigen ke sana kan? Sebab semakin tinggi kau berada, maka semakin tipis udara yang ada di sana.
Rahasia luar angkasa sana setidaknya bisa sedikit kau ketahui lewat secuil warta dari pengalaman orang yang pernah mendaki gunung tersebut.
Dan satu lagi, ada yang mengatakan, jikalau analogi menembus gravitasi bumi itu layaknya melewati 100 tumpukan gunung Everest.
Pernahkah percaya bahwa pesawat terbang bisa menembus tumpukan gunung Everest yang tebal itu?Tentu tidak bisa. Itu lah alasan Kenapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Ke Luar Angkasa.
Kira-kira hal apa lagi yang membuatmu penasaran? Tulis di kolom komentar ya, nanti Rujend carikan jawabannya.
Sekian dan ... salam Rujend
Sumber https://rumahjendelakita.blogspot.com/
Padahal ya sama-sama terbang. Sama-sama tidak melaju di tanah. Mereka juga punya tenaga untuk menciptakan mereka terbang.
4 Alasan Kenapa Pesawat Tidak Bisa Menembus Luar Angkasa
Ada beberapa alasan kenapa pesawat tebas tidak bisa menjangkau luar angkasa. Dan alasan-alasan ini sangatlah masuk akal.
1. Selama ini Pesawat Hanya Mampu Terbang 12 Kilometer
Sadarkah kalian, setinggi-tingginya pesawat melayang di udara, beliau hanya bisa terbang setinggi 12 km. Itu dikarenakan mesin pesawat dan tubuh pesawat yang tidak mendukung untuk membuatnya terbang tinggi.Semakin tinggi kita terbang, maka semakin tipis udara yang ada kan? Kalau udara makin tipis, maka pesawat tidak mempunyai tenaga untuk menggerakkan mesinnya. Mengingat pesawat itu terbang lantaran masih ada udara atau oksigen di sekelilingnya.
Nah terus gimana jikalau udara tipis? Mampukah pesawat bisa terbang? Jika oksigen hilang, mampukan mesin pesawat terus bekerja?
Meski begitu, masih tetap ada rekor pesawat yang terbang tinggi di udara. Itu pun hanya 18 km.
Ada pula yang terbang hingga 38 km dan yang paling mentok, di dunia ini rekor pesawat terbang melayang tinggi ada di jarak 112 km.
Itu pun untuk naik harus didorong oleh roket dulu.
2. Kecepatan Pesawat Tidak Bisa Melawan Gaya Gravitasi Bumi
Sebelum mencapai luar angkasa sana, kita butuh kecepatan ekstra untuk melewati gravitasi bumi. Kecepatan yang diharapkan harus lebih dari 40.000 kilometer per jam.Pesawat nggak ada yang kecepatannya begitu. Bahkan pesawat tercepat di dunia saja, hanya mempunyai kemungkinan 18% saja untuk bisa tembus ke luar angkasa.
Gravitasi bumi bagaikan gunung yang ditumpuk lebih dari 100 kali. Sangat tebal, kita tidak bisa menembusnya dengan gampang apalagi hanya dengan pesawat terbang.
3. Desain Pesawat Terbang Tidak Mendukung
Selain desain, materi bakarnya juga tidak mendukung. Bukannya bisa hingga di luar angkasa, sebelum hingga body pesawat malah hancur satu per satu lantaran tidak bisa melewati kejamnya keadaan di ketinggian sana.Apalagi ditambah keberadaan sayap pesawat yang kita ketahui selama ini untuk menjaga keadaan biar pesawat tetap bisa melayang di udara. Kaprikornus posisi pesawat terbang yang benar itu mendatar, bukannya menukik ke atas. Itu lah alasan kenapa roket tidak punya sayap.
Dengan menggerakkan pesawat ke arah atas, itu berarti kau memaksa sayap pesawat mengarah pada arah yang tidak seharusnya. Itu bisa menciptakan sayap patah, atau hal yang lebih jelek kalian jatuh dari ketinggian sana.
4. Pesawat dan Roket itu Berbeda
Alasan Kenapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Ke Luar Angkasa berikutnya yakni ... jeng jeng ... ini balasan paling simple dari jawaban-jawaban lainnya.Body pesawat dan roket itu berbeda, materi bakarnya juga berbeda, kecepatannya juga berbeda. Pokonya semuanya berbeda.
Itu lah kenapa roket bisa terbang ke luar angkasa sementara pesawat tidak.
Roket didesain sesimple mungkin. Karena jikalau tidak simpel, itu akan membuatnya tertahan kelajuannya.
Kaprikornus tidak absurd melihat roket yang bentuknya hanya lonjong ke atas. Dan jangan lupakan juga mesin roketnya. Butuh materi bakar ekstra serta mahal untuk membuatnya terbang. Karena alasan itu lah jarang ditemui orang terbang ke luar angkasa. Karena untuk menuju ke luar angkasa, butuh biaya yang tidak sedikit.
Yang pada intinya, cara kerja roket itu mendorong. Jika dihubungkan dengan ilmu fisika, roket mengambil ilmu dasar newton. Tepatnya ia memanfaatkan aturan newton ketiga yang ditemukan oleh Isaac Newton tersebut.
Sementara pesawat sendiri cara kerjanya itu dengan menggantung di udara. Memanfaatkan sayapnya yang lebar, pesawat tetap bisa stabil terbang lantaran sayapnya menahan tekanan udara yang membuatnya tidak jatuh.
Lalu apa kabar dengan helikopter?
Mampukah ia menembus batasan atmosfer?
Boro-boro terbang di atas ketinggian pesawat, helikopter hanya bisa mencapai ketinggian 2 hingga 3 km dari permukaan bumi. Begitupun dengan burung, jaraknya ada sedikit di bawah helikopter.
Penutup
Banyak sekali hal tersembunyi di angkasa sana. Selain planet, kita menyerupai terkurung oleh dunia yang luas ini. Untuk pergi ke planet lain saja susah, kita harus melewati lapisan atmosfer, gravitasi, dan sebagainya yang rumit dijelaskan itu.Pernah mendengar gunung everest? Ia yakni gunung dengan tinggi 888 kilometer. Pesawat kita yang biasa kalah dengan tingginya. Tapi pesawat jet komersil tetap bisa menjangkaunya.
Bagi yang pernah memanjat gunung itu, kalian niscaya disarankan untuk membawa tabung oksigen ke sana kan? Sebab semakin tinggi kau berada, maka semakin tipis udara yang ada di sana.
Rahasia luar angkasa sana setidaknya bisa sedikit kau ketahui lewat secuil warta dari pengalaman orang yang pernah mendaki gunung tersebut.
Dan satu lagi, ada yang mengatakan, jikalau analogi menembus gravitasi bumi itu layaknya melewati 100 tumpukan gunung Everest.
Pernahkah percaya bahwa pesawat terbang bisa menembus tumpukan gunung Everest yang tebal itu?Tentu tidak bisa. Itu lah alasan Kenapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Ke Luar Angkasa.
Kira-kira hal apa lagi yang membuatmu penasaran? Tulis di kolom komentar ya, nanti Rujend carikan jawabannya.
Sekian dan ... salam Rujend
Artikel menyerupai ini masuk dalam kategori FYI (For Your Information) di Rujend. Jika kau ingin melihat yang lainnya, silakan klik Kategori FYI.

Pondok Padisari, Jl. Damai, Tamalanrea Indah, Makassar 90245
0823-9345-xxxx
Sabtu - Minggu, 09.00 - 18.00